Kamis, 16 Oktober 2014

Warga Cidahu dan Jabong Minta Gorong-gorong Jalan Tol Diperbaiki


     
SUBANG, (PRLM).- Sejumlah perwakilan warga Desa Cidahu Kecamatan Pagaden Barat, dan Desa Jabong Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang mengeluh, selama ini tuntutan mereka terkait pekerjaan proyek jalan tol belum juga dikabulkan. Padahal usulan warga sudah beberapa kali disampaikan tetapi belum juga ada realisasinya, seperti permintaan perbaikan gorong-gorong yang sering menyebabkan genangan air.
Hal itu terungkap dalam musyawarah antara perwakilan warga Cidahu dan Jabong, di Aula Desa Cidahu Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang, Rabu (15/10/2014). Pertemuan yang dipimpin Kades Cidahu Toto baru dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, dihadiri pula beberapa pihak terkait termasuk perwakilan dari pengelola jalan tol yaitu Hariri dan Wajar, serta dari Pemkab. Subang.
Di antara perwakilan warga, tampak di antaranya yang membawa spanduk. Kemudian mereka memasangnya di dalam aula tempat musyawarah berlangsung. Dalam spanduk tersebut di antaranya bertulisan "bpk pimpinan pembangunan jalan tol, jangan molor, jangan pura pura tak dengar, tuntutan kami sudah lama melaporkan ke fd/fmc/karaba/LSM/Bapeda/ BPJT, jangan pura pura tak tahu, kami sudah baik-baik memohon".
Dalam pertemuan tersebut terjadi adu argumen, perwakilan warga mengungkapkan keluhan mereka di antaranya mengenai desakan agar gorong-gorong segera diperbaiki. Sebab saat ini posisinya terlalu tinggi, sehingga menyebabkan genangan air dan merendam sawah warga.
"Kami penggarap sawah di sta 125 dan 930 warga Desa Jabong dan Cidahu akan menghentikan aktivitas apapun bentuknya, sebelum dilakukan penambahan boxper/gorong gorong yang lebih rendah dari permukaan sawah karena mengakibatkan banjir ke areal sawah," kata Ade seorang perwakilan warga.
Selain masalah gorong-gorong, warga juga meminta tuntutan lainnya seperti ganti rugi puso tanaman karena debu dan uang kesehatan. Namun hingga sore, pertemuan masih juga belum ada titik temu. Waktu itu peserta yang hadir akhirnya sepakat menjadwalkan pertemuan lanjutan. Sedangkan waktunya ditentukan belakangan, apabila dalam seminggu tak ada realisasi warga mengancam akan melakukan aksi.
"Kami sebenarnya tak mau ada aksi, tapi kalau tuntutan kami tak juga dikabulkan, warga akan menutup aktifitas proyek," teriak warga. (Yusuf Adji-"PR"/A-88)
(PIKIRAN-RAKYAT)
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar