Rabu, 22 Oktober 2014

Gara-gara Pemda Subang Nunggak Rp8 M, RSUD Kelabakan

Posted on by in , with 0 Comments

rsud subang tempo
SUBANG,TVBERITA.COM- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Subang masih kekurangan tenaga dokter spesialis, di antaranya dokter jantung, paru, radiologi, bedah, syaraf, dan dokter kandungan. Selain itu, sebanyak 70 tempat tidur di empat ruangan RSUD Kabupaten Subang sudah dalam kondisi tidak layak pakai. Akibatnya pelayanan terhadap pasien di RSUD Subang sering terganggu.
 
Direktur RSUD Kabupaten Subang, dr Nunung Syuhaeri mengatakan, sampai saat ini RSUD Subang masih kekurangan tenaga dokter sepsialis. Adapun dokter yang perlu ditambah dan belum ada itu adalah dokter jantung, paru, radiologi, bedah, syaraf dan dokter kandungan.
“Kalau Dokter umum cukup dua orang lagi, sedangkan untuk dokter spesialis kita masih kekurangan sebanyak 10 orang lagi untuk pelayanan penyakit dalam dan penyakit lainnya,” ujarnya saat di temui TVBERITA.COM (Group TVBerita.com) dalam acara Workhop akreditasi rumah sakit versi 2012 di hotel Daffam, Subang, Selasa (21/10).
Nunung tidak mengelak bahwa kendala RSUD juga diakibatkan lantaran tunggakan Pemda Subang. Bahkan katannya, tunggakan pembiayaan di RSUD Kabupaten Subang hingga November 2013 mencapai Rp8,8 miliar. Akibatnya, pelayanan RS Ciereng Subang, kelabakan harus menanggung pembiayaan Jamkesda yang masih menugak tersebut.
“Tunggakan dana Jamkesmas dan Jamkesda jumlahnya cukup signifikan. Sampai bulan November 2013 mencapai Rp 8,8 miliar,” kata dia.
Nunung mengaku belum tahu kapan tunggakan dana jaminan kesehatan yang ditanggung pemerintah pusat dan daerah itu akan dibayar. Gara-gara tunggakan tersebut katanya operasional pelayanan medis kelabakan “Terutama dalam soal pengadaan obat,” ujarnya.
Adapun upaya merekrut kekurang para dokter, Nunung mengaku sudah mengajukan ke Provinsi Jawa Barat, bahkan sudah meminta kepada Universitas-universitas yang ada di Indonesia. ”Upaya ke berbagai Universitas dan permohonan ke provinsi itu sudah kita lakukan selama dua tahun yang silam,” ungkapnya.
Padahal para dokter spesialis di Indonesia banyak,namun mereka lebih memilih di perkotaan dengan pertimbangan gaji. ”Iya pertimbangan lokasi dan salary,” paparnya.
(zen)
[tvberita]
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar