Jumat, 27 Juni 2014

Sambangi Pendopo Bupati, Warga Minta Lindungi Pasar Tradisional

Sambangi Pendopo Bupati, Warga Minta Lindungi Pasar Tradisional

TINJAU SUBANG- Lima orang yang menamakan diri dari Subang Guovermentc Watch (SGW) mendatangi Pendopo Bupati Subang, Jumat (28/6/2014). Mereka mendesak penegakan Peraturan Daerah Pasar Modern, guna melindungi pasar tradisional dan pedagang kecil.


Aksi yang hanya dilakukan lima orang itu tidak ada pengawalan aparat kepolisian atau Satuan Polisi Pamong Praja seperti pengamanan y6anfg diterapkan dalam aksi-aksi massa lainnya. Kendati begitu terlihat dua petugas dari kepolisian berpakaian preman mengawasi aksi mereka.

Dengan sedikitnya jumlah massa aksi, hampir semua indvidu memiliki peran. Seorang berorasi, dua orang membawa spanduk dan sisanya membawa kertas berisi tuntutan aksi. Meskipun tidakada satu orangpun yang menerima mereka, namun tidak menyurut semangat mereka meneriakkan tuntutannya.

"Kita mendesak Pemerintah menegakkan Perda Pasar Modern. Cabut izin yang jelas-jelas melanggar Perdadan jangan lagi ada perizinan untuk mkini9market. Kasihani para pedagang kecil dan pasar tradisional, mereka dibuat tidak berdaya dengan menjamurnya pasar modern," teriak seorang demonstran Achmad Fadillah.

Selain masalah pasar modern, massa juga mendesak pemerintah tunduk dan taat terhadap aturan soal Galian C. Mereka mendesak Satpol PP menetibkan usah galian C yang merusak lingkungan dan mengancam warga yang ditimbulkan dari dampak pengerukan pasir dan batu. Usai menyampaikan aspirasinya, merekia kemudian membubarkan diri. [annas nashrullah l@anans_nsh]


Tinta Hijau

Cara Unik Komunitas Sepeda Onthel Subang Sambut Ramadan

Cara Unik Komunitas Sepeda Onthel Subang Sambut Ramadan

TINJAU PABUARAN- Banyak cara dilakukan warga untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadan. Tidak mau kalah, komunitas Sepeda Onthel Pringkasap, Kecamatan Pabuaran ikut menyemarakan kedatangan bulan puasa tahhun ini.

Mereka menamakan komunitasnyanya dengan Komunitas Ontel Pringkasap (KOPI ). Dengan mengenakan pakaian era penjajahan, para pecinta sepeda Onthel ini menggelar konvoi dari paburan menuju Purwadadi. Tentu saja, pemandangan yang jarang dilaksanakan itu menjadi perhatian warga yang dilintasi konvoi sepeda onthel.

"Ini sebagai cara kami melestarikan sepeda zaman dulu dan kampanye bersepeda. Selain tujuan itu, konvoi ini juga dalam rangka menyambut bulan Ramadan," kata Ketua Paguyuban Komunitas Ontel Pringkasap, Salim Hardiansyah kepada TINTAHIJAU.com

Salim mkengatakan, anggota KOPI ini tidak kurang dari 100 orang. Mereka berhimpun tidak saja karena hoby bersepedah, melainkan upaya memelihara dan melestarikan warisan budaya jaman dulu. "Tentu saja ini patut kita jaga keberadaannya secara bersama-sama agar jangan sampai punah," katanya.

H Didi, anggota KOPI lainnya mengatakan paguyuban sepeda onthel ini berawal dari keinginan merawat keberadaan onthel di era modern ini. Kendaraan tradisional ini, kata Didi, selain menyehatkan juga dapat menghemat BBM. "Yang terpenting adalah kita bisa sehat, lantaran bersepedah onthel merupakan olahraga juga," tegasnya.

Didi berharap pemerintah Kabupaten membudayakan pejabatnya bersepeda saat masuk kerja. Tidak harus setiap hari, cukup sehari dalam setiap minggunya. "Menggunakan onthel dapat melatih jantung agar kita tampil selalu sehat, sehingga fisik badan terasa bugar manpaatnya jauh lebih beroriantasi pada kesehatan," imbuhnya. [sandy zaenudin]
Tinta Hijau

Tiga Pemain Persikas Subang Perkuat Tim Prapon Jabar

Tiga Pemain Persikas Subang Perkuat Tim Prapon Jabar

TINJAU SUBANG- Tiga pemain Persikas Subang direkrut guna memperkuat tim Prapon Jabar. Ketiga pemain itu, rencananya akan ikut dalam uji coba saat menghadapi Timnas U-19 dalam Tour Nusantara, pada Jumat (27/6/2014) pukul 20.00 WIB malam ini.
Ketiga pemain Persikas Subang  yang dipanggil ke tim Pra PON Jawa Barat itu adalah Eman Nuryana Posisi Bek dan dua pemain tengah yaitu Saepudin dan Rudy. Manajer Persikas, Ahmad Buchori, menyambut gembira pemanggilan 3 pemainnya ke tim
Pra PON Jawa Barat tersebut. 

Achmad Buchori berharap  Eman dan kawan-kawan dapat tampil maksimal menghadapi Timnas Indonesia U19 di laga ujicoba nanti. “Ini menjadi bukti bahwa talenta pemain Subang belum habis dari jaman Kekey Zakaria, Mulyana dan Enjang Rohiman, sampai sekarang Subang masih bisa melahirkan pemain berkualitas  yang bisa bersaing dilevel Nasional. Memperkuat tim Porda dan Persikas Subang di Liga Nusantara, menunjukan bahwa mereka memang pantas masuk tim PON Jabar,” ujar Achmad Buchory kepada TINTAHIJAU.com, Jumat (27/6/2014)

Laga Timnas U_19 vs PraPON Jawa Barat ini bakal digelar di Stadion Siliwangi Bandung dan akan disiarkan live oleh SCTV pada hari Jumat 27/06/2014 mulai pukul 20.00 WIB. [Arief lukman purnama]


Tinta Hijau

Tabrak Mobil Berhenti Sopir Bus Tewas

Tabrak Mobil Berhenti

Sopir Bus Tewas

Kamis, 26 Juni 2014 01:09 WIB

Dally Kardilan/GM
ANGGOTA Unit Laka Lantas Polres Subang menunjukkan bangkai bus Sumber Alam yang rusak berat akibat tabrakan beruntun di Dusun Sewo Harjo dan Karanganyar Kec. Pusakajaya, Subang, Rabu (25/6).

SUBANG,(GM).-
Kecelakaan beruntun kembali terulang di jalur pantai utara (pantura), tepatnya di Dusun Sewo Harjo dan Karanganyar Kec. Pusakajaya, Subang, Rabu (25/6) sekitar pukul 03.00 WIB. Tabrakan yang melibatkan enam mobil tersebut mengakibatkan seorang tewas dan tiga orang mengalami luka.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun di tempat kejadian, tidak jauh dari lokasi tabrakan ada perbaikan jalan pemasangan paku bumi arah Cirebon menuju Jakarta, sehingga seluruh kendaraan berjalan perlahan. Bus Garuda Mas berhenti, begitu pun dengan kendaraan di belakangnya, Xenia nopol B 1810 SRC, truk Colt Diesel nopol N 9849 UY, truk Colt Diesel B 9668 PI, serta truk gandengan G 1758 BF.
Tiba-tiba dari arah belakang muncul bus Sumber Alam nopol AA 1728 CC yang melaju dengan kecepatan tinggi, dan menabrak kendaraan yang tengah antre tersebut. Akibat kejadian ini, beberapa kendaraan rusak, terutama bus penabrak. “Diduga sopir bus tidak bisa mengendalikan kendaraannya,” kata warga setempat, Samin.
Bahkan sopir bus yang diketahui bernama Hartono Santoso (33) asal Kampung Pucangsari RT 06/RW 05 Desa Kedungsari RT 06/05 Kec. Magelang Utara, Kab. Magelang, Jateng itu tewas di tempat kejadian. Tiga korban luka masing-masing kernet truk, Sigit (20) warga Magelang, penumpang bus Tri Wahyuni (17) warga Kutoarjo, dan Muci (42) asal Kebumen.
Kaki hancur
Kapolsek Pusakanagara, Kompol Kusdi Wibisono yang dihubungi di ruang kerjanya me­ngatakan, untuk mengevakuasi sopir bus yang nahas sangat sulit karena kedua kakinya dari lutut ke bawah putus dan hancur. Kaki sebelah kiri baru bisa dievakuasi sekitar pukul 09.15 WIB. Sedang­kan kaki sebelah kanan harus menggunakan alat berat karena terimpit bagian depan kendaraannya. “Kita juga masih belum mengetahui keberadaan bus Garuda Mas yang kata saksi paling depan dan diduga kabur,” ujarnya.
Kasat Lantas Polres Subang, AKP Bariu B. menga­takan, kejadian ini dan sudah ditangani anggotanya, sedangkan bus Garuda Mas yang kabur masih dicari.

Klik-Galamedia

Mayat Bayi Dibuang di Samping Toko

Mayat Bayi Dibuang di Samping Toko

Jumat, 27 Juni 2014 00:51 WIB

Dally Kardilan/GM
MAYAT bayi laki-laki yang ditemukan di samping toko Hj. Yanah, Blok A Pasar Inpres Pamanukan, Subang , dibawa ke puskesmas, Kamis (26/6).

SUBANG,(GM).-
Warga di sekitar Pasar Inpres Pamanukan, Subang, Kamis (26/6) sekitar pukul 07.00 WIB, dikagetkan dengan ditemukannya mayat bayi berjenis kelamin laki-laki di samping toko Hj. Yanah, Blok A Pasar Inpres Pamanukan. Mayat bayi yang masih bertali ari-ari itu dibungkus plastik warna hitam.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh “GM” di tempat kejadian, mayat bayi itu ditemukan warga yang kebetulan sedang melintas di tempat kejadian. Semula sang penemu menduga bungkusan itu barang yang ketinggalan dan mencoba membukanya.
Penemuan ini pun akhirnya disampaikan kepada pedagang dan warga lainnya, sehingga menjadi pusat perhatian. Tak berselang lama, petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian dan membawa mayat bayi dalam bungkus plastik tersebut ke puskesmas.
Wakapolsek Pamanukan, AKP Darmono didampingi Panit Reskrim, Aiptu Sukardi, mengatakan, mayat bayi tersebut memiliki berat badan 3,3 kg dengan panjang 50 cm. Diperkirakan bayi tersebut dibuang 4 jam sebelum ditemukan. “Kita sudah mengumpulkan bukti-bukti dan meminta beberapa saksi dan di TKP. Mudah-mudahan pembuang bayi ini dapat diketahui,” ujarnya.

Klik-Galamedia

Kamis, 26 Juni 2014

Sip, Jalan Pantura di Subang Sudah 70%

Sip, Jalan Pantura di Subang Sudah 70%

Oleh: Zaenal Mutaqin
Pantura - Kamis, 26 Juni 2014 | 13:22 WIB


INILAH.COM, Subang - Jalur Pantura Subang sepanjang 45 kilometer yang membentang dari Patokbeusi hingga Pusakajaya tampak sudah siap untuk mudik dan balik mendatang.

Pantauan INILAH.COM kondisi jalur sepanjang 45 kilometer tersebut sudah 70 persen selesai, baik dari arah Jakarta maupun sebaliknya. Jarang ditemukan ada yang berlubang maupun rusak.

Namun si sejumlah titik masih dilakukan perbaikan serta pemerataan jalan, seperti di depan Hotel Domestik Pamanukan, seberang Pasar Ciasem dan di dekat pertigaan Sarengseng, Patokbeusi.

"Ya, sudah ada peningkatan perbaikan kurang lebih sekitar 70 persenan, yang jelas saat arus mudik dan arus balik nanti sudah siap untuk digunakan," ujar salah seorang petugas perbaikan jalur Pantura di Pamanukan, Sobir (39) kepada Rabu (26/6)

Kapolres Subang, AKBP Chiko Ardwiatto melalui Kasatlantas Polres Subang, AKP Bariu Bawana membenarkan sudah hampir rampungnya perbaikan jalur Pantura Subang tersebut.

Ia mengatakan, kemacetan yang kerap terjadi pada saat perbaikan jalur tersebut, saat ini sedikit demi sedikit sudah bisa teratasi. "Kalaupun terjadi macet lagi, kita lakukan penormalan kembali," tutur Bariu.

Dengan semakin mulusnya kondisi jalur pantura tersebut, kata Bariu, dipastikan saat puncak arus mudik dan arus balik jalur pantura Subang sudah siap. Namun, tambah Bariu, di titik-titik tertentu terjadi kendaraan merayap karena pengumpulan dana jariyah untuk pembangunan masjid. Hal itu di antaranya di Masjid sekitar Pamanukan dan Masjid di sekitar Kebondanas, Pusakajaya.

"Itu kan menyangkut kemaslahatan umat juga. Yang jelas, ke depan kami akan koordinasi dengan panitia pembangunan masjid, karena menyangkut keamanan petugas peminta jariyah tersebut juga. Tapi, untuk kondisi lalu lintas di tempat amal jariyah tersebut hingga saat ini masih kondusif," jelasnya.

Salah seorang sopir truk asal Indramayu, Abdul Goni mengatakan, saat ini arus Pantura khususnya di Subang sudah bagus dan nyaman saat dilewatinya. Menurut Goni, biasanya, dari Patokbeusi hingga Pusakajaya banyak jalan rusak dan kendaraan merayap dan harus ditempuh kurang lebih sekitar 2 jam bahkan lebih.

"Tapi, karena saat ini sudah mulus dan jarang macet, jarak tempuh antara Pusakajaya dan Patokbeusi hanya satu jam. Ditambah dengan kondisi jalur pantura di Indramayu juga yang bagus, perjalanan saya cukup menyenangkan dan akses bisa lebih cepat," pungkasnya. [ito]


InilahKoran

Selasa, 24 Juni 2014

Gerakan Facebooker subang Membersihkan Wisma karya

Gerakan Facebooker Subang Membersihkan Wisma Karya Hari minggu Tgl 22 juni 2014 Sebelum Melaksanakan AKsinya Team Facebooker Subang Kumpul Bersama Mengikuti Arahan dari pa Ketua Papah Orin atau Rohadian
Melaksanakan Aksinya Membersihkan Coretan Di dinding dengan tinner dan mengecet tembok yang sudah pudar warna nya dan menutupi coretan dari tangan tangan jahil
makan bersama si rangga wulung
Selesai Acara Kopdar sambil poto bersama


FACEBOOKER SUBANG"pesbuker nulain saukur pesbukan"