Jumat, 24 Oktober 2014

Ajak Para Kiai dan Santri Tolak Keberadaan Isis

      
YUSUF ADJI/"PRLM"
YUSUF ADJI/"PRLM"
KAPOLDA Jabar Mochamad Iriawan didampingi Kapolres Subang Harry Kurniawan menyerahkan bantuan kepada Pimpinan Pontren Al-Ishlah Jatireja KEcamatan Compreng Kabupaten Subang, Kamis (23/10/2014).*

SUBANG, (PRLM).- Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Mochamad Iriawan mengajak para kiai, santri, aparat desa dan masyarakat di Kecamatan Compreng Kabupaten Subang untuk sama-sama menolak keberadaan ISIS. Selain gerakannya sudah dilarang pemerintah Indonesia, apa yang dilakukan ISIS juga tak mengandung rahmatan lilalamin, mereka nyata-nyata membunuh sesama umat Islam dengan alasan tak sepaham.
Hal itu dikatakan Kapolda ketika melakukan silaturahmi di Pondok Pesantren Al-Ishlah Jatireja Kecamatan Compreng Kabupaten Subang, Kamis (23/10/2014).
Kapolda datang bersama rombongan pejabat Polda, disertai Kapolres Subang Harry Kurniawan, Kapolsek Compreng Kasidi, diterima langsung pimpinan pontren KH Ushfuri Anshor bersama para santri.
Selain melalukan dialog kapolda juga memberikan bantuan sosial berupa sembako, dan kadedeh kepada anak yatim. Pada kesempatan itu, Kapolda juga menerima sorban bersejarah dari pimpinan pontren, yaitu sorban peninggalan KH Abas pendiri pontren buntet Cirebon yang dipakai waktu perang kemerdekaan di Surabaya.
Kapolda mengatakan kedatanganya dalam rangka silaturahmi kamtibmas, tetapi tak memungkiri kegiatannya juga sebagai upaya menjadikan pontren sebagai basis penolakan ISIS.
"Gerakan kelompok ISIS tak ada kaitannya dengan negeri kita. Tapi mereka berkepentingan ingin ambil simpati masyarakat Indonesia karena penduduk Islamnya paling besar di dunia. Perbuatan kelompok ISIS bertolak belakang dengan ajaran Islam karena mereka bunuh sesama umat islam yang tak sepaham, serta merusak tempat ibadah," katanya.
Ditegaskan Kapolda, keberadaan ISIS harus ditolak, apalagi sudah ada beberapa warga Jabar berangkat ke Irak dan Suriah dengan sejumlah Iming-iming. Perkembangan ISIS di Jabar cukup banyak, tetapi mereka tak melakukan gerakan di Indonesia. Mereka berangkat ke Irak dan Suriah, tetapi perlu diwaspadai apabila mereka pulang.
"Mohon bantuan kiai, santri, kades dan aparat desa karena polisi tak bisa kerja sendiri perlu dukungan. Mari kita sama-sama menolak Isis supaya ajaran dan keberadaannya tak berkembang," ujarnya.
Ajakan kapolda disambut kesiapan para pengurus dan santri pontren Al-Ishlah.
Sementara pimpinan Pontren, Pimpinan menyambut baik kedatangan kapolda bersama rombongan. KH Ushfuri mengatakan gembira dengan kedatangan kapolda dan berharap silaturahmi bisa berlanjut, tidak hanya kali ini.
"Saya tak mimpi bisa ketemu kapolda, tapi kehendak Allah bisa bertemu langsung menjadi kenyataan. Ini kehormatan dan kebanggan, tak bisa diukur apapun," ujarnya.(Yusuf Adji-"PR"/A-88)***
[pikiranrakyat]
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar